MAJALENGKA (Modusinvestigasi.online) – Adanya jual beli baju seragam yang dilakukan oleh Kepala Desa Karanganyar, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka Jawa Barat patut dipertanyakan. Pasalnya Apa tidak ada anggaran untuk pembelian baju sergam dari Dana Desa atau dari Banprov.

Menurut keterangan sumber media, bahwa baju seragam untuk perangkat desa yang berwana merah harus ditebus oleh setiap perangkat Desa.

Baju perangkat Desa itu harus ditebus dengan biaya Rp200.000 kata sumber yang enggan disebutkan namanya, Jumat (13/5/2022).

Pertanyaan narasumber apakah di Desa Karanganyar tidak ada anggaran untuk pembelian baju seragam perangkat Desa. “Padahal setiap tahun Desa menerima anggaran dari anggaran Dana Desa, ADD dan Banprov dari Provinsi Jawa Barat,” ungkapanya.

Sementara Kades Karanganyar Damiri ketika dikomfirmasi mengatakan, Damiri tidak mengangarkan untuk pembuatan baju seragam dari dana ADD baik dana anggaran desa.

Terkait harga baju itu tidak benar yang benar Rp 175 ribu, Kara Damiri didampingi Sekcam Dawaun. Itu juga hasil kesepakatan bersama dengan perangkat Desa.

Sementara LSM Majalengka angkat bicara terkait adanya jual beli baju seragam. Mereka menilai kades Karanganyar tidak menganggarkan untuk pembelian baju seragam patut dipertanyakan.

“Seharusnya Kades menganggarkan anggaran untuk pembelian baju seragam itu melalui anggaran ADD jangan sampai membebankan kepada perangkat Desa,” ungkapnya. (Tim)

Artikel sebelumyaPolri Siapkan Upaya Mitigasi Cegah Penyebaran PMK Hewan Ternak
Artikel berikutnyaPSI Jabar Buka Rekrutmen Bacaleg Gratis Tanpa Mahar

Tinggalkan komentar anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.