Beranda Politik Tidak Mau Menjadi Pemenang Melalui Kecurangan Pemilu 2024

Tidak Mau Menjadi Pemenang Melalui Kecurangan Pemilu 2024

4

Oleh Bernard Simamora, S.Si, S.IP, SH, MH, MM
Menjelang tahun 2024, atmosfer politik di Indonesia semakin memanas. Pemilihan Umum (Pemilu) menjadi sorotan utama, di mana masyarakat berharap dapat memilih pemimpin yang jujur, adil, dan berkualitas. Namun, ada satu hal yang sangat saya tekankan: Saya, Bernard Simamora, Calon DPR RI 2024 Daerah Pemilihan Sumatera Utara II melalui Partai Solidaritas Indonesia (PSI), tidak mau menjadi pemenang yang terpilih melalui kecurangan dalam Pemilu 2024.

Pendirian saya, “terpilih melalui cara-cara yang benar dan jujur, atau tidak terpilih secara terhormat”. Saya juga berharap, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berpendirian yang sama dengan saya.

Mengapa? Pemilu adalah pesta demokrasi yang harus dijalankan dengan prinsip-prinsip kejujuran dan transparansi. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa dalam beberapa pemilihan sebelumnya, terdapat berbagai bentuk kecurangan yang merusak integritas Pemilu. Mulai dari money politics, politik identitas, hingga manipulasi data pemilih, semua itu menjadi ancaman serius bagi demokrasi kita.

Saya tidak ingin menjadi pemenang yang meraih kemenangan dengan cara-cara yang tidak fair. Saya ingin memenangkan Pemilu dengan murni, melalui dukungan dan kepercayaan masyarakat yang tulus. Saya percaya bahwa kemenangan yang dihasilkan dari kecurangan tidak akan memberikan kepuasan dan kebanggaan yang sebenarnya.

Selain itu, menjadi pemenang yang dihasilkan melalui kecurangan juga akan merusak legitimasi dan otoritas saya sebagai politisi. Bagaimana masyarakat bisa mempercayai dan menghormati saya sebagai tokoh jika mereka tahu bahwa saya memenangkan Pemilu dengan cara yang tidak jujur? Kredibilitas saya sebagai tokoh yang saya bangun puluhan tahun akan hancur dan sulit untuk dipulihkan.

Lebih dari itu, kecurangan dalam Pemilu juga akan membahayakan demokrasi kita secara keseluruhan. Jika kecurangan dibiarkan terus terjadi, maka orang-orang yang berkompeten dan jujur akan enggan untuk terlibat dalam dunia politik. Mereka akan merasa bahwa perjuangan dan kerja keras mereka tidak dihargai, karena yang menang bukanlah mereka yang terbaik, melainkan mereka yang paling pandai bermain kotor.

Saya ingin Pemilu 2024 menjadi momentum untuk mengubah mindset politik kita. Saya ingin masyarakat sadar bahwa kecurangan bukanlah jalan menuju kemenangan yang sejati. Kita harus memilih pemimpin berdasarkan kualitas dan integritas, bukan karena janji manis atau uang yang ditawarkan.

Untuk mencapai hal ini, kita semua harus berperan aktif dalam mengawasi jalannya Pemilu. Kita tidak boleh tinggal diam jika melihat adanya indikasi kecurangan. Laporkan ke pihak berwenang, berikan bukti-bukti yang jelas, dan berikan suara kita melalui mekanisme yang ada.

Selain itu, partai politik juga memiliki peran penting dalam mencegah kecurangan dalam Pemilu. Mereka harus mengedepankan prinsip-prinsip kejujuran dan transparansi dalam proses seleksi calon, serta memberikan pendidikan politik yang baik kepada kader-kader mereka.

Pemilu adalah momen penting dalam perjalanan demokrasi kita. Kita harus menjaga integritas dan kejujuran dalam setiap tahapannya. Saya tidak mau menjadi pemenang yang dihasilkan melalui kecurangan dalam Pemilu 2024. Saya ingin memenangkan Pemilu dengan cara yang jujur, adil, dan berkualitas. Mari kita bersama-sama menjaga demokrasi kita agar tetap berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang nyata bagi rakyat.

Semoga PSI menang dan saya terpilih menjadi DPR RI tetapi semuanya melalui tahapan dan cara yang benar, bukan tahapan dan cara cara curang.

The post Tidak Mau Menjadi Pemenang Melalui Kecurangan Pemilu 2024 first appeared on Majalah Hukum.