Cintailah aku sepenuh hatimu,
Sebagaimana aku mencintaimu.
Dalam tiap detak jantungku, ada namamu,
Mengalun lembut seperti senandung rindu.

Di antara gemerlap jutaan bintang,
Hanya sinarmu yang tetap terang.
Takdir merajut kisah tentang kita,
Cinta abadi tanpa batas waktu.

Cintailah aku dengan segenap jiwamu,
Karena hanya kau yang kurindu selalu.
Berdua kita menari dalam takdir cinta,
Tak terpisahkan, seperti senja dan cahaya.

Kau adalah pelita di jalan hidupku,
Menerangi gelap, membingkai hariku.
Janji setia terukir di lubuk hati,
Seperti ombak yang merindu tepi.

Di antara semua rasa, kaulah yang kupuja,
Genggamlah tanganku, jangan lepaskan.
Mari arungi dunia dalam dekap asmara,
Jalani waktu dalam pelukan penuh makna.

Tak ada yang lebih indah dari kita,
Dua hati berpadu dalam cinta setia.
Kau dan aku, selamanya terikat,
Dalam dekapan kasih yang hangat dan erat.

Cintailah aku, dan aku kan mencintaimu,
Hingga waktu berhenti menyebut namaku.
Dalam rengkuhan cinta yang suci,
Kita bersama, selamanya abadi.

(BSIM, 2024)