Home Politik Demokrasi Yang Lebih Sekuler Dibanding Negera Penemu Demokrasi

Demokrasi Yang Lebih Sekuler Dibanding Negera Penemu Demokrasi

309

Sebagaimana Pemilu 2004, Pemilu Indonesia 2009 dinilai sangat dan terlalu sekuler dan tergolong sebuah “demokrasi yang keterlaluan” yang lebih demokrat dibanding Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan negara eropa, atau tempat-tempat dimana demokrasi itu lahir.
Tidak kepalang! Presiden Wapres dipilih langsung setelah pemilihan langsung anggota legislatif. Anggote legislatif yang dipilih mulai dari DPR pusat, DPRD di 33 Propinsi dan di “sekitar”500 Kota/Kabupaten. Kata “Sekitar” digunakan karena pertumbuhan Kota/Kabupaten yang dimekarkan juga luar biasa cepat berubah atau bertambah.
Siapa pun di negara ini, malah tidak hapal lagi jumlah anggota legislatif yang ada di negara ini bila dihitung mulai dari DPR hingga DPRD.
Sebelum dan Sesudah hajatan Pemilu 2009, disana dini masih dan akan berlangsung sejumlah Pilkada, baik Pilgug, Pilbup atau Pilwalkot, disamping Pilkades! Hitung-hitung, nyaris rata-rata 2 Pilgub/Pilbup/Pilwalkot mesti berlangsung di negara ini setiap hari. Pemilihan kepala daerah sudah merupakan salah satu kesibukan luar biasa di negara ini.

Eksplorasi konten lain dari Bernard Simamora

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca