Sepi merayap saat kau tak di sini,
Hanya bisikan kalbu dan alunan sunyi,
Setiap nada mengantar ingatanku,
Mengukir bayangmu di tiap rindu.
Berat rasanya memendam rasa,
Jiwaku penuh jejak yang kau tinggalkan,
Ingin kusampaikan segala isi hati,
Namun aku harus sabar menanti.
Sampai Tuhan izinkan kita bersua,
Walau waktu tak bisa kupinta,
Meski kata ini terlambat terucap,
Aku percaya, segalanya telah tertata.
Meski kini hatimu telah bertuan,
Aku yakin ini bukan sekadar kebetulan,
Walau tak bisa kugenggam jemarimu,
Kutitipkan rindu pada-Nya yang Maha Tahu.
Tak perlu cemas, tak perlu ragu,
Tuhan selalu menjagamu, di sini atau di sana,
Mungkin ini bukan waktu yang tepat,
Namun aku yakin, semua telah tertata.
Sampai Tuhan izinkan kita bertemu lagi,
Walau waktu tak bisa kupersingkat,
Walau rindu ini harus bersabar,
Aku tak gentar, semua telah tertulis di takdir-Nya.
Meski kau tak bersamaku kini,
Cintaku tetap dalam genggaman Ilahi,
Rasa ini takkan pudar seiring waktu,
Karena kau dan aku telah tertulis di rencana-Nya selalu.
Tuhan bersamaku, walau kau tak di sini,
Tuhan menjagaku, meski kau tak menemani,
Aku percaya, inilah yang terbaik,
Hingga waktunya tiba, kita akan bersatu dalam cinta yang abadi.
(BSIM, 30 Maret 2025)