Dulu kau dan aku berjanji,
Bersama menua hingga akhir nanti.
Namun takdir menulis kisah berbeda,
Kau pergi, meninggalkan aku dalam pilu.

Hatiku hancur, kata pun membisu,
Kau telah tiada, kembali ke pelukan Ilahi.
Tak ada yang mampu menggantikan hadirmu,
Kini hanya kenangan yang setia menemani.

Setiap langkah yang kutapaki,
Bayangmu berbisik di sudut sepi.
Dalam rindu, aku merintih lirih,
Memanggil namamu, yang takkan kembali.

Kuharap kau dengar bisikan hatiku,
Di tiap doa yang kupanjatkan untukmu.
Betapa ingin kugenggam tanganmu lagi,
Namun kini kau tenang di sisi-Nya kini.

Waktu berlalu, namun rindu ini tak memudar,
Mengisi ruang kosong yang kau tinggalkan.
Aku terus melangkah meski tanpamu,
Membawa cintamu di setiap hembusan napas.

Meski duka selalu mengiringi,
Kenangan kita takkan pernah mati.
Di dalam jiwaku, kau tetap bersinar,
Cinta kita abadi, meski kau telah pergi.

(BSIM, 2024)