Paulak une merupakan acara yang dilakukan setelah upacara peresmian perkawinan. Beberapa hari setelah upacara peresmian selesai, pihak paranak (keluarga pengantin laki-laki) bersama pengantin dan beberapa anggota keluarga dekat pergi ke rumah orang tua pengantin perempuan (parboru). Acara ini disebut paulak une atau mebat.
Lihat juga:
Tahapan Lengkap Perkawinan Dengan Adat Batak Toba Lihat di sini
Tahapan 01 Perkawinan Dengan Adat Batak Toba Lihat di sini
Tahapan 02 Perkawinan Dengan Adat Batak Toba Lihat di sini
Tahapan 03 Perkawinan Dengan Adat Batak Toba Lihat di sini
Tahapan 04 Perkawinan Dengan Adat Batak Toba Lihat di sini
Tahapan 05 Perkawinan Dengan Adat Batak Toba Lihat di sini
Paulak une merupakan langkah resmi pertama setelah pesta peresmian perkawinan. Kedatangan pihak paranak ini sebelumnya telah diberitahukan kepada pihak parboru agar mereka dapat mempersiapkan diri. Biasanya, pihak parboru menyiapkan hidangan berupa nasi dan ikan mas serta mengundang keluarga dekat untuk turut serta dalam acara tersebut.
Dalam acara ini, pihak paranak membawa babi lomok, nasi, tuak, serta namargoar tudu-tudu ni sipanganon sebagai bagian dari adat. Selain itu, kedua belah pihak menghadirkan parhata (protokol) untuk memastikan jalannya upacara sesuai dengan adat yang berlaku.
Setelah upacara ini selesai, pengantin laki-laki dan perempuan dianggap telah bebas untuk keluar masuk rumah keluarga pengantin perempuan. Pihak paranak kemudian kembali ke tempat mereka dengan membawa nasi, ikan mas, serta boras sipir ni tondi sebagai simbol keberkahan dan penguatan jiwa.
Disarikan dari berbagai sumber oleh : Bernard Simamora, S.Si., S.IP., S.H., M.H., M.M., tinggal di Bandung asal Doloksanggul Humbang Hasundutan.